MENERIMA DESAIN ARSITEKTUR DAN GRAFIS-085778586032

Thursday, 11 June 2009

FAKTOR ALAM DALAM DESAIN



Alam semesta bergerak dinamis mengikuti poros kodrati, seiring sang waktu yang ikut bergerak dalam kondisi yang terus berubah. Hal ini berakibat terjadinya pergantian musim, iklim dan suasana yang ada di bumi tempat kita tinggal . Perubahan itu akan mempengaruhi perubahan geografis dan faktor geografis ini akan sangat berperan dalam membentuk perikehidupan seseorang dalam sifat dan kebiasaan. Tujuan manusia hidup, diantaranya adalah mencari keselarasan dengan alam lingkungan, karena apabila keselarasan itu terbentuk, diharapkan kita bisa mengambil nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan, misal kesehatan, ketenangan ,kebahagiaan dan kesejahteraan. Kesejahteraan yang dimaksud bukan dalam bentuk kekayaan harta benda duniawi , melainkan kekayaan batiniah. Akan tetapi kalau ada orang yang menerapkan ilmu Feng Shui ataupun Nawasanggah dalam desain tata letak interior ataupun rumahnya kemudian menjadi kaya secara finansial, maka penyebabnya adalah karena hidup seseorang tersebut sudah harmonis dengan alam lingkungan sehingga mempunyai badan yang sehat dan lebih energik. Dengan suasana batin yang lebih tenang, pasti orang akan menghasilkan pemikiran yang lebih cerdik, sehingga lebih mempunyai kepekaan dalam menganalisis segmen pasar atau pekerjaan.
Mengacu pada Faktor Geografis Bukan Mistis
Masyarakat Indonesia lebih mengenal Ilmu Feng Shui dalam menata letak interior ataupun rumah, sehingga tercapai keharmonisan antara manusia dan alam lingkungan. Padahal budaya tradisional Indonesia, khususnya Bali , sudah mempunyai tatanan-tatanan dalam menata rumah dan lingkungannya, sehingga didapat keharmonisan dan keselarasan antara makhluk pengguna dan alam lingkungan di sekitarnya. Masyarakat adat Bali mempunyai aturan tata letak dengan mengacu keselarasan antara Sumbu Bumi atau Kaja - Kelod (arah posisi gunung dan arah posisi laut) dengan Sumbu Religi atau Kangin – Kalih (arah terbit matahari dan arah terbenam matahari).
Dari Perkawinan antara Sumbu Bumi dan Sumbu Religi maka akan didapat tata nilai ruang :
Utama (Zona Sakral , untuk tempat peribadatan / Sanggah) , Madya , dan Nista. Flow atau alur gerak penghuni diupayakan dari zona terendah ke zona tertinggi. Dari sistem pembagian ruang / zona tersebut maka konsep Nawasanggah bukan didasarkan pada mistis ataupun agama Hindu Bali, melainkan didasarkan pada perhitungan matematis ilmiah dan memperhatikan kondisi geografi sekitar. Ilmu ini bisa diterapkan di daerah mana saja dan oleh siapa saja yang ingin hidup harmonis dan serasi dengan alam lingkungan. Kalaupun di masyarakat adat Bali, Zona Sakral dijadikan untuk tempat Sembah Hyang, karena posisi itu adalah sumber energi positif terbesar dari pertemuan Sumbu Bumi dan Sumbu Religi, maka untuk penganut Nasrani bisa menjadikan Zona Sakral/Utama untuk Rumah Doa, Dan untuk Muslim, Zona Sakral/Utama bisa dijadikan lokasi Musholla.
Feng Shui dalam Desain Apartemen GMR
Apartemen Gading Mediterania Residences secara makro bangunan dan posisinya terhadap jalan raya, maka dalam Feng Shui dinyatakan dalam posisi “ Sangat Menguntungkan/Terbaik”. Lingkungan Apartemen Gading Mediterania Residences (Ground Floor), didesain lebih tinggi dari posisi Jalan Boulevard Bukit Gading Raya (Dalam Feng Shui, posisi topografi bangunan terbaik, adalah yang lebih tinggi dari jalan raya). Analisis ilmiah dari posisi sangat menguntungkan secara Feng Shui adalah :
· Bangunan yang lebih tinggi dari jalan , maka tidak rawan terhadap bencana banjir saat musim penghujan, sehingga kecemasan tidak menghantui penghuni apartemen setiap saat datangnya musim hujan.
· Volume debu dan asap kendaraan dari jalan raya yang terbawa angin, akan lebih terlindung untuk menembus masuk area apartemen, sehingga penghuni tidak mudah sakit, dan akan lebih energik dalam bekerja dan berkarya.
· Udara dari dalam apartemen menjadi lebih dingin, karena proses cross ventilasi, akibatnya jiwa penghuninya merasa tidak tertekan dan tidak mudah melakukan tindakan emosi yang merugikan.
· Posisi penghuni di dalam lingkungan apartemen GMR, pasti lebih nyaman karena tidak diganggu oleh gelombang getaran yang diakibatkan lalu lintas di jalan, yang dapat merusak dan mengacaukan energi Qi atau Ch’I (energi vital dari tubuh seseorang).
Dari posisi Building Apartemen GMR yang “sangat menguntungkan” secara
Feng Shui, maka penghuni Apartemen dapat melakukan renovasi ataupun manata interior unitnya sesuai dengan keyakinannya (feng shui, nawasanggah, tanean lanjang, dll), agar terjadi keselarasan dan keharmonisan hubungan dengan lingkungan sekitar. Dan diharapkan, kita semua dapat mengambil nilai-nilai positif yang sudah penulis paparkan sebelumnya, sehingga kesehatan fisik didapat dan ketenangan batin diraih, untuk menjadikan kita lebih produktif dalam bekerja dan berkarya, yang nantinya dapat menjadikan kita lebih sejahtera .

No comments: