Bangunan ibarat tubuh manusia, perlu pemeliharaan dan perawatan agar selalu dapat tampil optimal. Sehingga walaupun umur bangunan semakin hari kian bertambah, namun daya tarik secara visual dari sebuah bangunan tidak akan berkurang. Dengan perawatan yang terencana maka kondisi bangunan menjadi semakin kokoh dan semakin menawan dan menjadi asset tersendiri bagi penghuni bangunan tersebut.
Tubuh manusia memerlukan vitamin untuk terus tumbuh dan berkembang, apabila tubuh sakit maka perlu asupan obat dengan dosis yang tepat dan akurat, juga tubuh perlu berhias agar tampil menarik dan menawan. Sebagaimana halnya dengan tubuh manusia, maka bangunan juga memerlukan “improvement” untuk terus tumbuh dan berkembang, perlu “ maintenance” yang rutin agar tetap dalam kondisi sehat dan prima, dan apabila sedang sakit ( bocor, pipa pecah dll) maka perlu penanganan dengan dosis yang cepat dan tepat agar tidak mengganggu jalannya operasinal bangunan sehari hari.
Manusia terdiri atas tubuh fisk dan roh yang membuat fisik tersebut menjadi bergerak dinamis, demikian juga halnya dengan bangunan. Roh dari bangunan adalah manusia yang menghuni bangunan tersebut. Coba kita bandingkan bangunan yang berpenghuni dan yang tidak berpenghuni, maka akan banyak kita jumpai bangunan yang tidak terawat dan kumuh adalah bangunan yang tidak ditempati penghuninya. Secara citra bangunan, maka kondisi tersebut bisa dikatakan bahwa bangunan tersebut dalam keadaan mati atau “stagnan” sehingga tidak dapat merawat dan tumbuh berkembang.
Dalam penulisan mengenai pemeliharaan dan perawatan kali ini, akan dibahas mengenai aspek-aspek yang berpengaruh dalam memelihara bangunan bertingkat banyak (vertical) agar dapat selalu tampil optimal dan menawan. Perawatan bangunan vertikal dikategorikan dalam tiga sesi, yaitu sesi tahunan ,sesi bulanan, dan sesi harian. Untuk sesi tahunan terdiri dari perawatan bangunan yang bersifat rutin menyisir setiap lantai yang ada dalam bangunan, mulai dari lantai basement (terbawah) ke arah lantai paling atas (roof). Dalam program sesi tahunan ini, maka diperlukan ”check list” secara periodik dan terus menerus secara berkelanjutan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ditemukan dilapangan . Dengan penyisiran secara periodik inilah maka kerusakan-kerusakan yang kecil dalam bangunan dapat segera teratasi dan tidak menunggu sampai berubah menjadi kerusakan besar yang fatal.
Program berikutnya adalah pemeliharaan bangunan sesi bulanan. Pada dasarnya semakin tua sebuah bangunan, maka pastilah semakin banyak masalah yang terjadi pada bangunan tersebut. Karena segala material juga mempunyai tenggat waktu tertentu yang perlu dilakukan penggantian, misal keramik pecah, dinding retak dll. Pada setiap pergantian tahun anggaran, maka pihak ”Building Maintenance” harus dapat memprediksikan hal hal yang sekiranya akan dilakukan untuk pemeliharaan pada waktu yang akan datang dan rencana pemeliharaan tersebut terinci detail untuk dilaksanakan pada tiap bulan tahun berjalan. Jadi program pemeliharaan sesi bulanan, pada hakekatnya sudah diprediksikan sejak awal tahun anggaran untuk menjaga dan memperkuat bangunan agar selalu tampil optimal selalu.
Sesi pemeliharaan terakhir adalah sesi harian atau bisa juga dikatakan sesi mingguan. Bangunan vertikal biasanya difungsikan sebagai kantor, hotel ataupun apartemen, tentunya mempunyai unit-unit yang juga mempunyai masalah secara fisik materialnya. Contoh untuk apartemen atau rumah susun, disuatu unit ada yang bocor dari ”grouting” wastafel, maka perlu rencana perbaikan dalam rutinitas harian atau mingguan. Dari ketiga sesi pemeliharaan dan perawatan bangunan tersebut diatas, maka dipastikan kondisi bangunan akan selalu tampil prima dan optimal, mengingat ada program-program dalam jangka tahunan, jangka bulanan, maupun dalam jangka mingguan atau harian.
Sinergi dari beberapa sesi pemeliharaan diatas memungkinkan bangunan selalu tampil sehat dan nyaman untuk dihuni. Untuk menambah menawan dan memperkuat citra bangunan, khususnya pada bangunan hotel maupun apartemen, maka ada saatnya pengelola bangunan menghias sesuai dengan tema-tema tertentu. Misalkan pada hari raya kemerdekaan maka bangunan akan dihiasi dengan tema-tema kemerdekaan, begitu juga dengan hari-hari yang lainnya. Bangunan memang tidak sekedar fisik yang terlihat dari luarnya , melainkan juga merupakan sosok yang harus kita jaga dan rawat dengan baik sebagaimana kita menjaga tubuh kita sehari-harinya. Dengan adanya perawatan yang berkonsep jelas dan terencana maka nilai bangunan tidak akan pudar ditelan jaman, melainkan justru akan semakin menaikkan citra dan menambah nilai investasi dari waktu ke waktu.
Pemeliharaan bangunan vertikal bertingkat banyak menjadi lebih penting dari bangunan tunggal (landed house), karena nilai jual bangunan bertingkat tergantung dari kondisi bangunan secara keseluruhan, bukan dari per unit tinggal. Jadi nilai investasi hunian vertikal bertingkat banyak menjadi akan sangat hancur, apabila ditemukan dinding retak, kebocoran dan cacat lainnya yang menyebar disemua lini bangunan, walaupun pada unit yang menjadi bagian dari bangunan tersebut dalam kondisi bagus. Coba bayangkan sebuah lobby apartemen yang kumuh dan kusam serta banyak noda bocor di plafond-nya, kemudian di koridor tiap lantainya banyak dinding retak yang entah kapan akan diperbaiki, kursi-kursi area kolam renang kusam seperti kursi di pasar loak. Sungguh pemandangan yang tidak enak dipandang mata dan sangat mempengaruhi nilai investasi dari unit per tinggal yang ada didalam bangunan vertikal tersebut.

No comments:
Post a Comment