Pada dekade terakhir ini sering kita jumpai desain sebuah kawasan lingkungan hunian yang mengusung tema-tema arsitektur tertentu, misal cluster dengan tema mediterania, tema budaya (bali,jawa), tema modern dll. Perkembangan sistem lingkungan perumahan tertutup (cluster) dengan tema arsitektur tertentu adalah mengacu pada perkembangan gaya hidup manusia yang ingin privasi hidupnya lebih terjaga , karena dengan lingkungan yang tertata dengan teratur dan terkoordinasi maka hunian didalamnya akan semakin berkelas dan mempunyai ”image” yang lain dari perumahan biasa.
Sebagaimana tulisan terdahulu tentang cara meningkatkan nilai investasi pada hunian vertikal, maka dalam kesempatan ini penulis akan mencoba memaparkan tentang kelebihan cluster tematik dan upaya untuk menjaganya agar lingkungan tersebut tetap pada tema tersebut. Kelebihan cluster tematik diantaranya adalah :
1. Hunian per tinggal akan lebih berkelas, karena sebenarnya hunian tidak dinilai dari bangunan yang ada namun juga dari lingkungan sekitarnya. Rumah mewah di perkampungan kumuh tentu harganya menjadi berkurang , karena infrastruktur yang tidak teratur, lingkungan yang tidak terjaga dll. Tema arsitektur juga dapat menjadi daya tarik tersendiri, baik secara visual hunian maupun lingkungan kawasan. Untuk cluster yang non tematik, tentunya kurang daya tariknya secara lingkungan , hal ini disebabkan hunian per tinggal boleh mendesain secara bebas.
2. Selain dari segi arsitektur, maka kelebihan sistem cluster pada umumnya adalah keamanan lingkungan perumahan yang lebih terjaga, hal ini disebabkan lingkungan jadi tertutup dan menerapkan seleksi terhadap tamu hunian yang masuk.
3. Kelebihan lain adalah dari segi infrastruktur lingkungan yang lebih tertata rapi, karena biasanya jaringan instalasi listrik, air dll nya tertanam dalam tanah, sehingga tampilan visual bangunan lebih terlihat dengan jelas.
Para penghuni pada umumnya tidak mempunyai kesadaran diri yang cukup untuk menjaga lingkungan dan huniannya dalam sistem cluster tertutup dengan tema tertentu. Para penghuni sudah merelakan merogoh kocek yang lebih dibanding dengan membeli sistem cluster tanpa tema atau bahkan dibanding dengan perumahan pada umumnya. Namun kesadaran mereka untuk menjaga keutuhan tema tersebut serasa berat dan akhirnya banyak yang tidak taat menjaga keutuhan lingkungan pada umumnya. Contoh-contoh pelanggaran yang dilakukan adalah merubah bentuk bangunan menjadi beraneka ragam , mamasang pagar pribadi hunian dll.
Daya tarik visual cluster tematik akan melemah apabila separuh penghuni sudah merubah konsep hunian masing-masing sehingga tema lingkungan yang ada menjadi berubah . Walaupun tidak mengurangi nilai investasi secara berarti sebagaimana dalam hunian vertikal, namun menjaga daya tarik visual tema arsitektur harusnya menjadi kesadaran masing-masing unit tinggal , karena dengan tetap memperhatikan keutuhan lingkungan maka nilai investasinya akan terus meningkat, hal ini bisa diilustrasikan dengan rumah mewah yang berada di lingkungan kumuh maka harga jual kembalinya juga akan berkurang. Demikian tulisan ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

No comments:
Post a Comment