MENERIMA DESAIN ARSITEKTUR DAN GRAFIS-085778586032

Tuesday, 1 September 2009

PERAN ARSITEK DALAM DESAIN SENI BANGUNAN



Profesi Arsitek dan Seniman pada hakekatnya adalah sama, yaitu mempercantik dunia dengan seni dan keindahan. Namun yang membedakan adalah pada objek atau media olah kreasi mereka. Arsitektur memang bukan turunan langsung dari seni murni, hal ini disebabkan karena arsitektur selain memperhatikan unsur keindahan, juga berpedoman pada unsur struktur, fungsi ruang serta lingkungan sekitar. Sedangkan seniman dalam menciptakan karya seni murni dapat mengabaikan unsur-unsur fungsi ruang dan struktur, sebagai contoh adalah seorang seniman lukis yang bebas berekspresi menyalurkan inspirasi hati dan pikirannya dalam sebuah tema lukisan. Dari penjelasan diatas maka kita sudah dapat membedakan antara arsitektur dan seni murni, dimana didalam arsitektur terdapat seni murni, namun didalam seni murni belum tentu terdapat arsitektur. Dalam penulisan berikut akan dipaparkan beberapa kajian tentang peran arsitek dalam menjalankan profesinya sebagai desainer seni bangunan, yang tentunya hanya sebagian peran-peran saja yang akan dipaparkan dari keseluruhan peran yang ada.
Kaidah-kaidah yang harus diperhatikan oleh arsitek dalam proses perancangan seni bangunan adalah sbb:
1. Mengetahui kebutuhan penghuni bangunan
Dengan mengetahui kebutuhan penghuni atau pengguna bangunan, maka akan diketahui kebutuhan ruang beserta isinya. Hal inilah yang akan membedakan desain-desain bangunan. Desain bangunan hunian akan berbeda dengan dengan bangunan perkantoran, hal ini dikarenakan pengguna bangunan juga berlainan.
2. Memperhatikan faktor kenyamanan penghuni bangunan
Dalam mendesain sebuah bangunan juga harus memperhatikan kenyamanan penghuni, sehingga bangunan dapat dihuni secara manusiawi oleh penghuninya. Contoh adalah bangunan hunian vertikal yang harus memperhatikan jumlah sarana transportasi vertukal (lift) yang ada, sehingga waktu tunggu menuju unit-unit hunian dapat ditempuh dalam waktu yang tidak relatif lama. Apabila jumlah lift tidak sebanding dengan jumlah penghuni maka dapat menjadikan bangunan tersebut menjadi tidak nyaman untuk dihuni.
3. Menyelaraskan seni dengan fungsi ruang dan konstruksi
Setelah mendapatkan fungsi ruang dan kenyamanan ruang maka arsitek berperan mengolah dan menyelaraskannya dengan seni konstruksi. Seni arsitektur adalah termasuk seni dengan rentang waktu yang lama, mengingat karya tersebut akan tetap ada selama bangunan hasil rancangan masih tetap berdiri.
Demikian sekilas tentang peran arsitek dalam mengolah sebuah karya seni bangunan. Seorang arsitek tidak hanya berpedoman pada seni murni seperti halnya seorang seniman dalam berekspresi, namun lebih luas lagi karena harus memperhatikan faktor lain seperti fungsi ruang, kenyamanan ruang, struktur konstruksi serta lingkungan sekitar. Maksud penulisan ini bukan untuk mengekang kebebasan berekspresi seorang arsitek, karena dalam seni arsitektur juga terdapat aliran-aliran sebagaimana dalam seni murni. Aliran tersebut diantaranya adalah : dekonstruksi, post modern, klasik kontemporer, dll, namun dari berbagai aliran arsitektur tersebut tetap harus memperhatikan ketiga unsur diatas dalam eksplorasi karya seni bangunan.

MENJAGA TEMA ARSITEKTUR PADA HUNIAN HORISONTAL (CLUSTER TEMATIK)




Pada dekade terakhir ini sering kita jumpai desain sebuah kawasan lingkungan hunian yang mengusung tema-tema arsitektur tertentu, misal cluster dengan tema mediterania, tema budaya (bali,jawa), tema modern dll. Perkembangan sistem lingkungan perumahan tertutup (cluster) dengan tema arsitektur tertentu adalah mengacu pada perkembangan gaya hidup manusia yang ingin privasi hidupnya lebih terjaga , karena dengan lingkungan yang tertata dengan teratur dan terkoordinasi maka hunian didalamnya akan semakin berkelas dan mempunyai ”image” yang lain dari perumahan biasa.
Sebagaimana tulisan terdahulu tentang cara meningkatkan nilai investasi pada hunian vertikal, maka dalam kesempatan ini penulis akan mencoba memaparkan tentang kelebihan cluster tematik dan upaya untuk menjaganya agar lingkungan tersebut tetap pada tema tersebut. Kelebihan cluster tematik diantaranya adalah :
1. Hunian per tinggal akan lebih berkelas, karena sebenarnya hunian tidak dinilai dari bangunan yang ada namun juga dari lingkungan sekitarnya. Rumah mewah di perkampungan kumuh tentu harganya menjadi berkurang , karena infrastruktur yang tidak teratur, lingkungan yang tidak terjaga dll. Tema arsitektur juga dapat menjadi daya tarik tersendiri, baik secara visual hunian maupun lingkungan kawasan. Untuk cluster yang non tematik, tentunya kurang daya tariknya secara lingkungan , hal ini disebabkan hunian per tinggal boleh mendesain secara bebas.
2. Selain dari segi arsitektur, maka kelebihan sistem cluster pada umumnya adalah keamanan lingkungan perumahan yang lebih terjaga, hal ini disebabkan lingkungan jadi tertutup dan menerapkan seleksi terhadap tamu hunian yang masuk.
3. Kelebihan lain adalah dari segi infrastruktur lingkungan yang lebih tertata rapi, karena biasanya jaringan instalasi listrik, air dll nya tertanam dalam tanah, sehingga tampilan visual bangunan lebih terlihat dengan jelas.
Para penghuni pada umumnya tidak mempunyai kesadaran diri yang cukup untuk menjaga lingkungan dan huniannya dalam sistem cluster tertutup dengan tema tertentu. Para penghuni sudah merelakan merogoh kocek yang lebih dibanding dengan membeli sistem cluster tanpa tema atau bahkan dibanding dengan perumahan pada umumnya. Namun kesadaran mereka untuk menjaga keutuhan tema tersebut serasa berat dan akhirnya banyak yang tidak taat menjaga keutuhan lingkungan pada umumnya. Contoh-contoh pelanggaran yang dilakukan adalah merubah bentuk bangunan menjadi beraneka ragam , mamasang pagar pribadi hunian dll.
Daya tarik visual cluster tematik akan melemah apabila separuh penghuni sudah merubah konsep hunian masing-masing sehingga tema lingkungan yang ada menjadi berubah . Walaupun tidak mengurangi nilai investasi secara berarti sebagaimana dalam hunian vertikal, namun menjaga daya tarik visual tema arsitektur harusnya menjadi kesadaran masing-masing unit tinggal , karena dengan tetap memperhatikan keutuhan lingkungan maka nilai investasinya akan terus meningkat, hal ini bisa diilustrasikan dengan rumah mewah yang berada di lingkungan kumuh maka harga jual kembalinya juga akan berkurang. Demikian tulisan ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

Saturday, 18 July 2009

PEMELIHARAAN BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK




Bangunan ibarat tubuh manusia, perlu pemeliharaan dan perawatan agar selalu dapat tampil optimal. Sehingga walaupun umur bangunan semakin hari kian bertambah, namun daya tarik secara visual dari sebuah bangunan tidak akan berkurang. Dengan perawatan yang terencana maka kondisi bangunan menjadi semakin kokoh dan semakin menawan dan menjadi asset tersendiri bagi penghuni bangunan tersebut.
Tubuh manusia memerlukan vitamin untuk terus tumbuh dan berkembang, apabila tubuh sakit maka perlu asupan obat dengan dosis yang tepat dan akurat, juga tubuh perlu berhias agar tampil menarik dan menawan. Sebagaimana halnya dengan tubuh manusia, maka bangunan juga memerlukan “improvement” untuk terus tumbuh dan berkembang, perlu “ maintenance” yang rutin agar tetap dalam kondisi sehat dan prima, dan apabila sedang sakit ( bocor, pipa pecah dll) maka perlu penanganan dengan dosis yang cepat dan tepat agar tidak mengganggu jalannya operasinal bangunan sehari hari.
Manusia terdiri atas tubuh fisk dan roh yang membuat fisik tersebut menjadi bergerak dinamis, demikian juga halnya dengan bangunan. Roh dari bangunan adalah manusia yang menghuni bangunan tersebut. Coba kita bandingkan bangunan yang berpenghuni dan yang tidak berpenghuni, maka akan banyak kita jumpai bangunan yang tidak terawat dan kumuh adalah bangunan yang tidak ditempati penghuninya. Secara citra bangunan, maka kondisi tersebut bisa dikatakan bahwa bangunan tersebut dalam keadaan mati atau “stagnan” sehingga tidak dapat merawat dan tumbuh berkembang.
Dalam penulisan mengenai pemeliharaan dan perawatan kali ini, akan dibahas mengenai aspek-aspek yang berpengaruh dalam memelihara bangunan bertingkat banyak (vertical) agar dapat selalu tampil optimal dan menawan. Perawatan bangunan vertikal dikategorikan dalam tiga sesi, yaitu sesi tahunan ,sesi bulanan, dan sesi harian. Untuk sesi tahunan terdiri dari perawatan bangunan yang bersifat rutin menyisir setiap lantai yang ada dalam bangunan, mulai dari lantai basement (terbawah) ke arah lantai paling atas (roof). Dalam program sesi tahunan ini, maka diperlukan ”check list” secara periodik dan terus menerus secara berkelanjutan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ditemukan dilapangan . Dengan penyisiran secara periodik inilah maka kerusakan-kerusakan yang kecil dalam bangunan dapat segera teratasi dan tidak menunggu sampai berubah menjadi kerusakan besar yang fatal.
Program berikutnya adalah pemeliharaan bangunan sesi bulanan. Pada dasarnya semakin tua sebuah bangunan, maka pastilah semakin banyak masalah yang terjadi pada bangunan tersebut. Karena segala material juga mempunyai tenggat waktu tertentu yang perlu dilakukan penggantian, misal keramik pecah, dinding retak dll. Pada setiap pergantian tahun anggaran, maka pihak ”Building Maintenance” harus dapat memprediksikan hal hal yang sekiranya akan dilakukan untuk pemeliharaan pada waktu yang akan datang dan rencana pemeliharaan tersebut terinci detail untuk dilaksanakan pada tiap bulan tahun berjalan. Jadi program pemeliharaan sesi bulanan, pada hakekatnya sudah diprediksikan sejak awal tahun anggaran untuk menjaga dan memperkuat bangunan agar selalu tampil optimal selalu.
Sesi pemeliharaan terakhir adalah sesi harian atau bisa juga dikatakan sesi mingguan. Bangunan vertikal biasanya difungsikan sebagai kantor, hotel ataupun apartemen, tentunya mempunyai unit-unit yang juga mempunyai masalah secara fisik materialnya. Contoh untuk apartemen atau rumah susun, disuatu unit ada yang bocor dari ”grouting” wastafel, maka perlu rencana perbaikan dalam rutinitas harian atau mingguan. Dari ketiga sesi pemeliharaan dan perawatan bangunan tersebut diatas, maka dipastikan kondisi bangunan akan selalu tampil prima dan optimal, mengingat ada program-program dalam jangka tahunan, jangka bulanan, maupun dalam jangka mingguan atau harian.
Sinergi dari beberapa sesi pemeliharaan diatas memungkinkan bangunan selalu tampil sehat dan nyaman untuk dihuni. Untuk menambah menawan dan memperkuat citra bangunan, khususnya pada bangunan hotel maupun apartemen, maka ada saatnya pengelola bangunan menghias sesuai dengan tema-tema tertentu. Misalkan pada hari raya kemerdekaan maka bangunan akan dihiasi dengan tema-tema kemerdekaan, begitu juga dengan hari-hari yang lainnya. Bangunan memang tidak sekedar fisik yang terlihat dari luarnya , melainkan juga merupakan sosok yang harus kita jaga dan rawat dengan baik sebagaimana kita menjaga tubuh kita sehari-harinya. Dengan adanya perawatan yang berkonsep jelas dan terencana maka nilai bangunan tidak akan pudar ditelan jaman, melainkan justru akan semakin menaikkan citra dan menambah nilai investasi dari waktu ke waktu.
Pemeliharaan bangunan vertikal bertingkat banyak menjadi lebih penting dari bangunan tunggal (landed house), karena nilai jual bangunan bertingkat tergantung dari kondisi bangunan secara keseluruhan, bukan dari per unit tinggal. Jadi nilai investasi hunian vertikal bertingkat banyak menjadi akan sangat hancur, apabila ditemukan dinding retak, kebocoran dan cacat lainnya yang menyebar disemua lini bangunan, walaupun pada unit yang menjadi bagian dari bangunan tersebut dalam kondisi bagus. Coba bayangkan sebuah lobby apartemen yang kumuh dan kusam serta banyak noda bocor di plafond-nya, kemudian di koridor tiap lantainya banyak dinding retak yang entah kapan akan diperbaiki, kursi-kursi area kolam renang kusam seperti kursi di pasar loak. Sungguh pemandangan yang tidak enak dipandang mata dan sangat mempengaruhi nilai investasi dari unit per tinggal yang ada didalam bangunan vertikal tersebut.

Monday, 13 July 2009

MEMPERKUAT KARAKTER ARSITEKTUR BANGUNAN VERTIKAL



Bangunan selain sebagai tempat hunian dan berteduh juga sebagai simbol jatidiri seseorang. Istana negara adalah salah satu contoh bangunan yang menjadi simbol negara dan sekaligus kebanggaan masyarakat pada umumnya. Salah satu yang menjadikan bangunan mempunyai karakter kuat adalah ragam arsitektur yang membentuk bangunan tersebut, diantaranya : Post Modern, Tradisional, Art Deco, Mediterania dll.
Penataan fasilitas dan lingkungan pada sebuah bangunan vertikal tentunya berlainan dengan penataan pada bangunan tunggal horisontal (rumah tinggal ataupun kawasan perumahan ”landed houses”). Hal ini dikarenakan untuk bangunan vertikal, perlu memperhatikan proporsi dan skala yang tepat dimana fasiltas itu akan dibuat, sehingga bangunan fasiltas yang baru secara proporsional menyatu dan memperkuat karakter arsitektur bangunan induk.
Apartemen sebagai salah satu bangunan vertikal juga mempunyai ciri ciri tersendiri dalam ragam arsitektur. Apartemen dengan gaya arsitektur mediterania seperti Gading Mediterania Residences (GMR), Mediterania Palace Residences (MPR), Mediterania Garden Residences 1 (MGR 1) tentunya akan lain penanganannya dengan apartemen gaya arsitektur post modern (minimalis).
Sebagai contoh adalah penambahan fasilitas dan penataan lingkungan di Apartemen Gading Mediterania Residences (GMR) yang bergaya mediterania. Ciri ciri arsitektur mediterania , diantaranya adalah :
1. Warna bangunan yang menjadi ciri khas mediterania diantaranya: coklat, crysan white dan pearl white. Pada dasarnya, warna mediterania adalah warna lembut (soft) karena gaya mediterania lebih menonjolkan ornamentasi bangunan.
2. Permainan bidang lengkung dan ornamentasi yang kuat pada bangunan, misal ikon ikan-ikanan, ornamen bunga, ornamen tali air dan bentuk bentuk bulatan atau bola.
3. Atap berbentuk limas dan berbahan penutup berupa genteng
Berikut akan penulis paparkan beberapa penambahan fasilitas pada Apartemen Gading Mediterania Residences (GMR) yang dapat menjadi contoh dalam penguatan citra arsitektur bangunan induk (mediterania). Penambahan fasilitas ini ada yang telah dilaksanakan maupun masih dalam tahap perencanaan, diantaranya :
1. Kanopi Pintu Masuk Utama
Untuk menambah kenyamanan penghuni saat melakukan pembayaran tiket parkir di pos utama, maka diperlukan penambahan fasiltas berupa kanopi. Namun perlu desain kanopi yang selaras dengan bangunan induk yang bergaya mediterania, sehingga dipihlah bentuk bentuk yang selaras dengan arsitektur mediterania, diantaranya bentuk lengkung, garis dan warna warna coklat.
2. Pagar Pos Masuk
Untuk memperkuat citra lingkungan dan membedakan secara jelas antara ruang luar dan halaman apartemen, maka diperlukan pagar pemisah. Desain pagar yang baru harus terlihat menyatu dan memperkuat karakter mediterania dari Apartemen Gading Mediterania Residences (GMR), maka dipilihlah bahan besi tempa dengan dibalut warna tembaga dan tersusun dari bentuk lengkung, bulat dan terdapat logo apartemen.
Perpaduan yang salah, antara fasilitas tambahan dengan bangunan induk bisa menjadi masalah yang serius dalam penataan arsitektur secara keseluruhan. Keselarasan antara fasilitas tambahan dan bangunan induk akan menjadikan bangunan induk terus bertumbuh semakin baik dan mempunyai karakter arsitektur yang semakin kuat, tanpa menimbulkan kesan adanya tambahan – tambahan fasilitas yang sengaja dibuat untuk melengkapi bangunan induk tersebut.
Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini, bukannya penulis ingin membatasi kreativitas desainer atau arsitek dalam membuat ”Improvement” dalam sebuah bangunan vertikal. Namun kreativitas dalam bentuk desain fasilitas tambahan harus tetap mengacu pada bangunan induk yang telah ada, sehingga selain kita mendapatkan fasilitas tambahan yang dapat melengkapi bangunan sebelumnya, juga mendapatkan perkuatan karakter arsitektur bangunan secara menyeluruh. Harapan akhir dari penambahan fasilitas yang selaras dengan bangunan induk adalah peningkatan nilai investasi hunian menjadi lebih tinggi. Karena dengan penataan area bersama yang sinergi dan baik akan turut membantu naikknya tingkat investasi di masing masing unit per tinggal.

Friday, 12 June 2009

OPTIMALISASI RUANG




Kebanyakan orang ingin rumahnya (di apartemen kita sebut unit) nyaman dan bikin betah. Home Sweet Home ! Tinggal di Apartemen dengan space ruang yang terbatas membuat penghuni harus pandai menyiasatinya agar ruang-ruang yang ada menjadi optimal sehingga membuat nyaman dan betah untuk ditinggali. Sebagai studi di Apartemen Gading Mediterania Residences, penulis akan mencoba untuk membedah unit dengan 2 kamar tidur dengan menjadikannya lebih luas dan lebih lega sehingga terasa lebih nyaman dan mendapatkan ruang yang lebih optimal..

Berikut adalah langkah-langkah untuk menjadikan unit anda menjadi lebih Optimal :
Permainan Material Lantai
Ruang terbentuk selain karena adanya dinding pembatas juga karena adanya perbedaan material lantai. Di Apartemen Gading Mediterania Residences, sekat atau partisi untuk kamar tidur anak dan orang tua terbuat dari bahan gypsum board yang dapat dibongkar untuk mendapatkan ruang yang lebih luas. Selanjutnya bermainlah dengan perbedaan material lantai untuk mendapatkan zoning (pembagian ruang). Perbedaan material lantai bisa didapatkan dengan pemakaian karpet atau parquet, selain juga menciptakan kesan hangat dan alami. Perlu diperhatikan maintenance dari jenis-jenis bahan yang dipakai, karena untuk jenis bahan karpet, akan sangat sulit untuk membersihkan noda yang bersifat lemak (misal: ice cream).
Pemilihan Perabot yang Multifungsi
Pemilihan Furniture harus disesuaikan dengan kebutuhan dan space yang tersedia. Pemilihan furniture yang salah justru menjadikan ruang terasa sempit dan sesak untuk ditinggali. Ruang yang sempit dapat menciptakan suasana yang panas dan ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis penghuni sehingga lebih cepat lelah, suntuk , bahkan menjadi pemarah. Maka dari itu, pilihlah furniture yang benar-benar menjadi kebutuhan anda. Disarankan untuk memilih konsep “ lesehan ” atau tidak menempatkan sofa di unit, sehingga akan didapat space yang lebih luas. Furniture juga dapat difungsikan sebagai pembatas antar ruang , dengan konsep ini kita akan mendapatkan dua fungsi sekaligus yaitu furniture sebagai panyimpan barang dan sebagai pembatas ruang.

Pemasangan Cermin untuk Ciptakan Kesan Luas
Untuk menciptakan kesan luas maka dapat dipasang cermin-cermin. Pemasangan cermin ini akan menciptakan efek pantul pada ruang yang ada. Sehingga luas ruang seakan-akan menjadi lebih luas dua kali lipat dari yang ada. Pemasangan dapat dilakukan di kamar mandi (ruang servis) dan ruang-ruang publik (ruang tamu / ruang keluarga) ataupun pada kamar tidur (ruang privat). Pemasangan cermin bisa dilakukan dengan frame ataupun tanpa frame tergantung dari selera si penghuni. Untuk Frame bisa dibentuk dengan bermacam-macam model, salah satunya dengan bentuk seperti jendela (kotak-kotak), sehingga berkesan ruangan mempunyai jendela dan terdapat pemandangan luar.
Permainan Dinding Ruangan
Pemilihan warna-warna yang soft tone (lembut) untuk pengecatan dinding dapat menciptakan kesan ruang yang nyaman dan teduh. Sebaiknya untuk ruangan yang sempit dihindari warna-warna pastel atau gelap, karena akan menjadikan ruang menjadi sempit. Warna pastel bisa dipakai untuk salah satu dinding sebagai permainan “ point of interest ”. Selain dengan memakai cat sebagai bahan untuk memoles dinding-dinding, kita juga bisa memasang wallpaper ataupun dengan permainan “ in-out wall “ dengan bahan gypsum board.

Thursday, 11 June 2009

PENATAAN RUANG PUBLIK UNTUK MENINGKATKAN NILAI INVESTASI HUNIAN VERTIKAL


Albert, seorang pengusaha muda yang ingin menekuni bisnis jual beli properti mengaku kaget setelah membeli sebuah unit apartemen di bilangan jakarta selatan dengan maksud untuk investasi, namun harga jual unit yang dia beli tersebut, setiap tahunnya bukan mengarah ke kondisi yang menjanjikan justru berbanding terbalik, karena cenderung mengecewakan. Padahal unit yang dia beli sudah direnovasi total dengan mendatangkan seorang arsitek kenamaan, dimana untuk sekali konsultasi desain bisa menghabiskan uang yang tidak sedikit.
Dari sebuah kejadian tersebut, Albert menunjuk seorang pakar properti untuk menganalisa kenapa kejadian tersebut menimpa dirinya, padahal dia membeli sebuah unit apartemen yang terletak di pusat kota besar jakarta. Dari analisa seorang pakar properti tersebut, Albert sangat kaget dan terheran-heran. Sebut saja Hasibuan, seorang pakar properti, mengatakan bahwa tinggal di sebuah apartemen dibutuhkan kebersamaan untuk menata dan mengelola dengan baik unit-unit apartemen ataupun ruang publik sebagai ruang bersama penghuni. Hasibuan mencontohkan pintu masuk ke unit Albert yang dicat warna pink dengan gambar hati sedangkan tetangganya mengganti pintu masuknya dengan pintu aluminium supaya terkesan modern dan dipadu dengan pintu trailis besi nan kuat dan gagah supaya terhindar dari pencuri. Albert meletakkan rak sepatu di koridor depan unit beliau dengan model klasik yang beliau beli mahal dari kasongan, jogjakarta, tak mau kalah dengan Albert maka tetangganya juga memasang rak modern dengan desain minimalis dan disitu berjajar sepatu serta sandal import dari luar negri. Dari situasi tersebut maka koridor di sekitar unit Albert menjadi sesak dan sempit penuh perabotan pribadi, serta berhiaskan pintu warna-warni seperti perkampungan kumuh di pinggir sungai yang tanpa aturan tertentu. Hasibuan menasihati Albert untuk tidak arogan dalam menata unit di sebuah apartemen, karena rusaknya ruang publik akibat penempatan barang-barang pribadi di area bersama/umum, maka pasti secara tidak langsung akan mempengaruhi nilai jual unit apartemen tersebut. Contoh kasus Albert diatas seharusnya menjadikan pelajaran bagi kita semua para penghuni apartemen untuk menjaga ruang publik kita bersama demi kemajuan, keindahan serta meningkatnya nilai investasi dari apartemen gading mediterania residences. Sebagai ilustrasi adalah sebuah rumah kecil sederhana di bilangan pondok indah akan lebih mahal harganya dibandingkan rumah besar dan mewah di bantaran kali dengan kanan kiri lingkungan pemukiman kumuh nan jorok tanpa aturan dan akses jalan masuk sempit, kotor serta tidak nyaman.
Elemen-elemen pembentuk perkotaan (image of the city) dalam sebuah apartemen
Apartemen hakekatnya adalah sebuah kawasan perumahan, namun mempunyai ruang vertical, sehingga elemen-elemen pembentuknya juga sama dengan sebuah kawasan perkotaan pada umumnya. Elemen-elemen pembentuk sebuah kawasan perkotaan dalam ilmu planologi, diantaranya adalah :
PATH (CHANNELS)




Adalah elemen yang berarti lorong dimana memberikan rasa bergerak pada suatu arah. Untuk sebuah kota bisa kita sebut dengan jalan yang saling berhubungan dan menghubungan satu rumah dengan rumah yang lainnya. Dalam apartemen kita bisa analogikan dengan koridor yang menghubungkan unit satu dengan lainnya dan antar koridor tersebut dihubungkan dengan transportasi vertical berupa lift.
Penataan koridor sangat perlu untuk menjaga kenyamanan dan keindahan apartemen secara keseluruhan, sebagaimana jalan perkotaan dengan adanya penataan “GSB” (garis sempadan bangunan). Salah satu hal yang perlu ditertibkan adalah pemasangan pintu tralis di depan pintu masuk unit apartemen, karena bukaan pintu tralis besi mengarah ke koridor, kondisi demikian sangat berbahaya apabila dalam keadaan darurat dan penghuni apartemen menuju tangga darurat untuk evakuasi dimana lampu penerangan dalam keadaan mati, maka dalam keadaan gelap tersebut akan banyak orang berbenturan dengan pintu tralis yang terbuka kearah koridor. Dalam kondisi panik tersebut maka mengundang resiko yang sangat besar bagi penghuni lainnya.
EDGES (BATAS)




Dalam sebuah kawasan bisa diartikan sebagai batas antara dua wilayah, berupa sungai atau tugu pembatas. Dalam apartemen bisa dianalogikan dengan lobby yang berada di ujung-ujung setiap tower sebagai emplasemen untuk bergerak keposisi diluar area apartemen. Penataan lobby yang elegan akan sangat mempengaruhi citra apartemen secara keseluruhan. Lobby di area ground floor apartemen gading mediterania residences merupakan tempat transit dari area privat (unit) menuju area publik/luar apartemen. Lobby diharapkan tidak digunakan untuk area bermain dan makan bagi anak-anak penghuni, karena fungsi lobby sebagai tempat transit yang elegan berwibawa akan terdistorsi dan akhirnya menjadi kumuh dan kotor.
DISTRICT (KAWASAN)




Merupakan bagian dari sebuah lingkungan kota yang mempunyai ciri khas tertentu, dan untuk apartemen gading mediterania residences bisa kita analogikan dengan tower a, tower b dan tower c. Kalo kita berjalan di swimming pool dengan fasilitas fitness center dan adanya warung tenda maka kita bisa merasakan bahwa kita sedang berada di kawasan tower b. Penataan tower a, tower b, dan tower c sebagai sebuah kawasan yang unik sangatlah mutlak sehingga setiap tower mempunyai ciri khas tersendiri dan menjadi daya tarik yang spesifik untuk dinikmati penghuni.
LANDMARK (TETENGER/ALUN-ALUN)




Adalah sebuah simbol dari sebuah lingkungan perkotaan, untuk Jakarta maka tugu monas adalah landmark atau tetenger kota, bila kita melihat tugu monas maka ingatan kita akan tertuju ke kota Jakarta. Dapat diartikan bahwa landmark adalah ciri khas dari sebuah kawasan. Apartemen gading mediterania residences mempunyai ciri khas yang kuat dalam gaya arsitektur mediterania dengan ciri khas warna terakota dan atap-atap limasan tropis indische. Hampir tidak ditemui di kawasan kelapa gading sebuah bangunan yang menyerupai apartemen gading mediterania residences dengan warnanya yang khas. Ciri-ciri tersebut harus terus dipertahankan untuk menjaga kelangsungan citra apartemen sebagai bangunan tropis indische mediteranian, sebagai konsekuensinya maka ruko-ruko yang ada di deretan depan apartemen untuk tidak menambahkan elemen-elemen tambahan, seperti kanopi, pergola atau apapun yang bisa merusak tampak depan / fasade apartemen. Begitu juga penempatan papan reklame toko, maka penulis menghimbau untuk tidak asal pasang dan berlomba-lomba dengan banner atau neonboard terbesar, karena penempatan papan reklame toko yang tidak teratur dapat melemahkan fasade bangunan apartemen secara keseluruhan.
NODES (SIMPUL)




Dapat diartikan sebagai titik pusat berkumpul para penghuni kawasan kota, untuk melepaskan lelah dan saling komunikasi serta berinteraksi. Contoh nodes yang menarik adalah “Piazza del Campo” di Italia yang direncanakan untuk pesta perayaan, ajang untuk pacuan kuda dll. Sehingga orang Italia mempunyai ruang tidur yang sempit di dunia, namun mempunyai living room paling luas yaitu Piazza del Campo. Contoh lainya : Gereja St. Pieter di Roma, St. Mark di Venesia dan Place Vendome di Paris. Untuk Indonesia kita punya Taman Monas di Jakarta, Lapangan Simpang Lima di Semarang. Untuk daerah jawa sering disebut atau lebih populer dengan istilah “alun-alun” (tempat berkumpul bersama). Di apartemen gading mediterania residences, maka swimming pool disetiap tower merupakan nodes dari masing-masing tower. Dan nodes terbesar apartemen gading mediterania residences terletak di area playground (ground floor), dimana setiap ada acara atau perayaan maka dapat dipastikan berpusat di area playground (tenant gathering, barongsai tahun baru imlek, perayaan kemerdekaan dll).
Kebersaman menata lingkungan apartemen adalah kunci meningkatkan nilai investasi
Dari tulisan diatas maka penulis mengambil kesimpulan, bahwa diperlukan kebersamaan untuk menata lingkungan apartemen gading mediterania residences. Apabila para penghuni apartemen ingin meningkatkan nilai investasi unitnya, maka mulailah dari sekarang untuk membenahi lingkungan tempat tinggalnya. Apabila masih menempatkan atau memasangkan sesuatu di area koridor, maka segeralah untuk membongkarnya ataupun memasukkannya kedalam unit masing-masing. Mulailah dari unit kita sendiri-sendiri, mulailah saat ini juga, serta mulailah dari hal-hal terkecil, dan semoga nilai investasi dari unit-unit di lingkungan apartemen gading mediterania residences akan semakin meningkat dari tahun ke tahun, sehingga menambah benefit / keuntungan tersendiri dari pemilik apartemen. Apabila unit di apartemen disewakan, maka si pemilik diharapkan membuat perjanjian dengan si penyewa untuk menjaga lingkungan bersama di apartemen, dan berilah teguran apabila si penyewa melanggar peraturan yang telah disepakati, karena nilai sewa unit akan semakin meningkat dari tahun ke tahun apabila penyewa unit juga tetap menjaga keindahan dan kenyamanan untuk hidup bersama di apartemen. Demikian tulisan ini dibuat untuk menjadikan pelajaran bagi kita semua demi kejayaan apartemen gading mediterania residences.

FAKTOR ALAM DALAM DESAIN



Alam semesta bergerak dinamis mengikuti poros kodrati, seiring sang waktu yang ikut bergerak dalam kondisi yang terus berubah. Hal ini berakibat terjadinya pergantian musim, iklim dan suasana yang ada di bumi tempat kita tinggal . Perubahan itu akan mempengaruhi perubahan geografis dan faktor geografis ini akan sangat berperan dalam membentuk perikehidupan seseorang dalam sifat dan kebiasaan. Tujuan manusia hidup, diantaranya adalah mencari keselarasan dengan alam lingkungan, karena apabila keselarasan itu terbentuk, diharapkan kita bisa mengambil nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan, misal kesehatan, ketenangan ,kebahagiaan dan kesejahteraan. Kesejahteraan yang dimaksud bukan dalam bentuk kekayaan harta benda duniawi , melainkan kekayaan batiniah. Akan tetapi kalau ada orang yang menerapkan ilmu Feng Shui ataupun Nawasanggah dalam desain tata letak interior ataupun rumahnya kemudian menjadi kaya secara finansial, maka penyebabnya adalah karena hidup seseorang tersebut sudah harmonis dengan alam lingkungan sehingga mempunyai badan yang sehat dan lebih energik. Dengan suasana batin yang lebih tenang, pasti orang akan menghasilkan pemikiran yang lebih cerdik, sehingga lebih mempunyai kepekaan dalam menganalisis segmen pasar atau pekerjaan.
Mengacu pada Faktor Geografis Bukan Mistis
Masyarakat Indonesia lebih mengenal Ilmu Feng Shui dalam menata letak interior ataupun rumah, sehingga tercapai keharmonisan antara manusia dan alam lingkungan. Padahal budaya tradisional Indonesia, khususnya Bali , sudah mempunyai tatanan-tatanan dalam menata rumah dan lingkungannya, sehingga didapat keharmonisan dan keselarasan antara makhluk pengguna dan alam lingkungan di sekitarnya. Masyarakat adat Bali mempunyai aturan tata letak dengan mengacu keselarasan antara Sumbu Bumi atau Kaja - Kelod (arah posisi gunung dan arah posisi laut) dengan Sumbu Religi atau Kangin – Kalih (arah terbit matahari dan arah terbenam matahari).
Dari Perkawinan antara Sumbu Bumi dan Sumbu Religi maka akan didapat tata nilai ruang :
Utama (Zona Sakral , untuk tempat peribadatan / Sanggah) , Madya , dan Nista. Flow atau alur gerak penghuni diupayakan dari zona terendah ke zona tertinggi. Dari sistem pembagian ruang / zona tersebut maka konsep Nawasanggah bukan didasarkan pada mistis ataupun agama Hindu Bali, melainkan didasarkan pada perhitungan matematis ilmiah dan memperhatikan kondisi geografi sekitar. Ilmu ini bisa diterapkan di daerah mana saja dan oleh siapa saja yang ingin hidup harmonis dan serasi dengan alam lingkungan. Kalaupun di masyarakat adat Bali, Zona Sakral dijadikan untuk tempat Sembah Hyang, karena posisi itu adalah sumber energi positif terbesar dari pertemuan Sumbu Bumi dan Sumbu Religi, maka untuk penganut Nasrani bisa menjadikan Zona Sakral/Utama untuk Rumah Doa, Dan untuk Muslim, Zona Sakral/Utama bisa dijadikan lokasi Musholla.
Feng Shui dalam Desain Apartemen GMR
Apartemen Gading Mediterania Residences secara makro bangunan dan posisinya terhadap jalan raya, maka dalam Feng Shui dinyatakan dalam posisi “ Sangat Menguntungkan/Terbaik”. Lingkungan Apartemen Gading Mediterania Residences (Ground Floor), didesain lebih tinggi dari posisi Jalan Boulevard Bukit Gading Raya (Dalam Feng Shui, posisi topografi bangunan terbaik, adalah yang lebih tinggi dari jalan raya). Analisis ilmiah dari posisi sangat menguntungkan secara Feng Shui adalah :
· Bangunan yang lebih tinggi dari jalan , maka tidak rawan terhadap bencana banjir saat musim penghujan, sehingga kecemasan tidak menghantui penghuni apartemen setiap saat datangnya musim hujan.
· Volume debu dan asap kendaraan dari jalan raya yang terbawa angin, akan lebih terlindung untuk menembus masuk area apartemen, sehingga penghuni tidak mudah sakit, dan akan lebih energik dalam bekerja dan berkarya.
· Udara dari dalam apartemen menjadi lebih dingin, karena proses cross ventilasi, akibatnya jiwa penghuninya merasa tidak tertekan dan tidak mudah melakukan tindakan emosi yang merugikan.
· Posisi penghuni di dalam lingkungan apartemen GMR, pasti lebih nyaman karena tidak diganggu oleh gelombang getaran yang diakibatkan lalu lintas di jalan, yang dapat merusak dan mengacaukan energi Qi atau Ch’I (energi vital dari tubuh seseorang).
Dari posisi Building Apartemen GMR yang “sangat menguntungkan” secara
Feng Shui, maka penghuni Apartemen dapat melakukan renovasi ataupun manata interior unitnya sesuai dengan keyakinannya (feng shui, nawasanggah, tanean lanjang, dll), agar terjadi keselarasan dan keharmonisan hubungan dengan lingkungan sekitar. Dan diharapkan, kita semua dapat mengambil nilai-nilai positif yang sudah penulis paparkan sebelumnya, sehingga kesehatan fisik didapat dan ketenangan batin diraih, untuk menjadikan kita lebih produktif dalam bekerja dan berkarya, yang nantinya dapat menjadikan kita lebih sejahtera .